

Islamic Fashion Institute (IFI) menerima kunjungan peserta RMIT Fashion Enterprise Program 2026 di Bandung pada 17 Juni 2026. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa asal Australia tersebut untuk mengenal lebih dekat perkembangan industri tekstil dan modest fashion di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian awal program RMIT Fashion Enterprise di Indonesia yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di industri fashion lokal.
Sebelum mengikuti sesi di IFI, para peserta mengunjungi Balai Besar Tekstil untuk mempelajari kekayaan tekstil Indonesia, serat alami, serta proses produksi kain. Melalui tur fasilitas dan laboratorium, mereka mendapatkan gambaran mengenai tahapan pengembangan tekstil, mulai dari bahan hingga proses pengolahannya.

Rangkaian kegiatan di IFI dilanjutkan dengan sesi Modest Fashion 101 yang disampaikan oleh Yufie Kartaatmadja. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada perkembangan pasar modest fashion global, perbedaan antara modest fashion dan Muslim fashion, serta berbagai tren yang memengaruhi industri saat ini.
Bagi para mahasiswa RMIT, kunjungan ini turut membuka perspektif baru mengenai pendekatan fashion yang berkembang di Indonesia.
Jet, mahasiswa RMIT yang mempelajari fashion sustainability, menekankan pentingnya memahami perspektif global dalam mempelajari industri fashion.
“As fashion students in Australia, it’s really important to look at global perspectives and see how other people do things just to inform our own experiences,” ungkap Jet pada tim Islamic Fashion Institute.
Sementara itu, Natalie, mahasiswa RMIT yang mempelajari fashion business, mengungkapkan bahwa modest fashion merupakan konsep yang relatif baru baginya. Melalui kunjungan tersebut, ia berkesempatan mempelajari lebih jauh berbagai aspek fashion kontemporer.
“It’s actually like a relatively new concept to us. We were learning a lot about modern fashion and the different aspects of it,” tutur Natalie.
Pengalaman tersebut juga memperkenalkan peserta pada beragam pendekatan berpakaian dan desain yang sebelumnya belum banyak mereka pertimbangkan.
“There’s actually a lot of different ways of modern fashion, like ways of dressing. There’s a lot of aspects to it that we’ve never considered,” jelas Jet.
Koleksi dan pendekatan desain yang mereka temui turut memberikan kesan tersendiri. Salah satu peserta menyampaikan kekagumannya terhadap desain yang diperkenalkan selama kunjungan.
“I think, yeah, just the designs, like, so beautiful and inspiring,” tambah Natalie.
Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana pertukaran perspektif lintas budaya dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai industri fashion. Dengan mengenal perkembangan tekstil dan modest fashion di Indonesia secara langsung, para peserta memperoleh wawasan tambahan tentang keragaman pendekatan yang membentuk industri fashion global.
Melalui kunjungan RMIT Fashion Enterprise Program 2026, IFI turut berkontribusi dalam menghadirkan ruang pembelajaran dan pertukaran pengetahuan mengenai pendidikan fashion, perkembangan industri tekstil, serta potensi modest fashion Indonesia di pasar global.
WhatsApp us